Perjuangan dan Harapan
Karya : Hasikin, S.Pd.I
Ketika fajar belum juga tiba,
dan malam terasa terlalu panjang,
aku bangkit dari lutut yang gemetar
bukan karena kuat, tapi karena harus.
Jalan ini bukan jalan yang mudah,
penuh kerikil, penuh duri yang tajam,
namun setiap luka yang kutanggung
adalah bukti bahwa aku masih berjalan.
Aku pernah jatuh berkali-kali,
memeluk tanah dengan air mata,
tapi tanah itu juga yang mengajarku
bahwa akar terkuat tumbuh dari kedalaman.
Di balik setiap badai yang mengamuk,
ada langit yang menyimpan bintang,
di balik setiap tangis yang tumpah,
ada hati yang belajar untuk tabah.
Harapan bukan mimpi yang kosong,
ia adalah api kecil dalam gelap,
yang kujaga dengan kedua tangan
meski angin terus mencoba memadamkannya.
Maka aku melangkah, lagi dan lagi,
bukan karena tahu ujungnya di mana,
tapi karena percaya
setiap langkah membawaku lebih dekat
pada cahaya yang selalu menunggu.

