Nyala di ujung gelap (1)
Nyala di Ujung Gelap

Nyala di Ujung Gelap

Karya: Hasikin, S.Pd.I

Di bawah langit yang retak-retak,

kaki telanjang menginjak batu tajam

tidak ada yang menyuruhmu berhenti,

maka kamu pun tidak berhenti.

 

Tanganmu telah mengenal Lelah

lebih lama dari tidur yang nyenyak,

namun di sela-sela jarimu yang gemetar

masih ada benih yang kamu genggam erat.

 

Berapa kali kamu jatuh?

Hitunglah lalu lihat kamu masih di sini,

berdiri dengan lutut yang berdarah

dan dada yang tetap mengembang.

 

Harapan bukan cahaya yang datang dari luar.

Ia adalah bara kecil yang kamu tiup sendiri setiap pagi,

meski angin mencoba memadamkannya,

meski hujan tidak kenal ampun.

 

Suatu hari  dan hari itu sedang berjalan ke arahmu

semua batu tajam itu akan menjadi anak tangga.

Maka berjalanlah.

Teruslah berjalan.

Sebab perjuangan yang sungguh-sungguh tidak pernah berakhir sia-sia

ia berakhir menjadi cerita yang kamu wariskan

kepada mereka yang baru saja mulai takut.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait