penantian (1)
Di Antara Doa dan Air Mata

Di Antara Doa dan Air Mata

Karya : Rustan, S.Pd

Rasa cemas kian menghampiri
Rasa gelisah kian menerpa
Ketika kenyataan tidak sesuai harapan
Sesekali berpura-pura bahagia

Terkadang muncul protes kepada Sang Pencipta
Ya Tuhan… kenapa aku yang harus mengalami
Bukan mereka yang tampak lebih kuat dari diri ini
Itulah rintihan hati yang merindu buah hati

Malam-malam pun terasa lebih sunyi dari biasanya,
Doa-doa jatuh perlahan di antara air mata.
Di setiap sujud yang panjang dan penuh harap,
Kusematkan namamu yang belum juga hadir.

Aku belajar memeluk sabar yang rapuh,
Menjahit harapan dari serpih-serpih doa.
Meski waktu berjalan tanpa jawaban yang pasti,
Keyakinan tetap kuletakkan di pintu langit-Mu.

Mungkin Engkau sedang menyiapkan pelangi,
Di balik awan yang kini tampak kelabu.
Sebab tak ada doa yang benar-benar hilang,
Ia hanya menunggu waktu untuk mekar.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait